Tuesday, January 21, 2020

Pembahasan Tabel 4.2 Pahlawan Nasional

Pada kesempatan kali ini jarewongcilik.com akan membahasa tabel 4.2 pahlawan nasional perihal biodata pahlawan nasional. Semoga apa yang akan kami sampaikan dapat adik-adik fahami ya.

pembahasan tabel 4.2 pahlawan nasional

Pembahasan Tabel 4.2 Pahlawan Nasional 


Berikut ini adalah pembahasan tabeel 4.2 tentang pahlawan nasional:

Diskusi:

1. Sultan Ageng Tirtayasa

pembahasan tabel 4.2 pahlawan nasional

Sultan Ageng Tirtayasa adalah sultan dari Kerajaan Banten yang memerintah pada 1651-1683. Masa pemerintahannya dianggap sebagai masa keemasan Kerajaan Banten.

Pada saat ini, Banten menjadi pusat perdagangan yang berdagang dengan para pedagang dari Inggris, Denmark, Cina, India dan negara-negara lain. Wilayah Banten juga meluas ke Cirebon dan Kalimantan.

Pada saat ini ada perebutan kekuasaan di kepulauan antara Banten melawan Belanda (kemitraan dagang VOC), karena keinginan Belanda untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah.

Tetapi ketika mereka hendak menyerang VOC di Batavia, Sultan Agung diserang oleh putranya sendiri, Sultan Haji. Sultan Ageng akhirnya ditahan dan diasingkan pada 1683 ke Batavia, di mana ia meninggal pada 1685.

2. Sultan Hasanuddin

pembahasan tabel 4.2 pahlawan nasional

Sultan Hasanuddin adalah pemimpin kerajaan Gowa, di Makassar, Sulawesi Tenggara, dari tahun 1653 hingga 1669.

Pada saat ini, Makassar menjadi pusat perdagangan di Indonesia timur, dan karena itu Belanda ingin mengendalikan pelabuhan ini untuk memonopoli rempah-rempah.

Belanda akhirnya melakukan politik devide et impera (perkelahian domba), sehingga mereka mengalahkan Makassar dengan bantuan Arung Palakka.

Akibat kekalahan ini, Sultan Hasanuddin harus menandatangani perjanjian Bongaya, yang ditandatangani pada 1667.

Hasil dari perjanjian ini adalah bahwa perdagangan Eropa selain Belanda dilarang di Makassar. Sultan Hasanuddin mengundurkan diri sebagai Raja Gowa dan wafat pada tahun 1670.

3. Imam Bonjol

pembahasan tabel 4.2 pahlawan nasional

Imam Bonjol (lahir 1772 - meninggal 1864) adalah pemimpin Padri di Sumatera Barat. Imam Bonjol membimbing Anda Padri yang menentang orang-orang Pribumi, sampai akhirnya orang Pribumi meminta bantuan Belanda dan menyebabkan Perang Padri pada tahun 1820.

Awalnya Belanda tidak bisa mengalahkan Padri, karena sebagian besar pasukan Belanda berperang di Jawa melawan Pangeran Diponegoro. Karena itu, Belanda pada tahun 1825 menandatangani perjanjian damai dengan Padri. Tetapi setelah Diponegoro ditahan, Belanda kembali menyerang Padri.

Belanda akhirnya berhasil menangkap Imam Bonjol, dan mengasingkannya sampai ia wafat di Manado pada tahun 1864.

4. Pangeran Diponegoro

pembahasan tabel 4.2 pahlawan nasional

Pangeran Diponegoro adalah sosok yang menentang penjajah Belanda dan kesultanan Yogyakarta yang dianggap sebagai boneka Belanda. Perang Diponegoro dimulai pada 1825, ketika Pangeran Diponegoro melancarkan serangan terhadap kesultanan Yogyakarta dan Belanda.

Pada waktu itu Jawa dikendalikan oleh Belanda dan ditekan oleh kebijakan Belanda yang sangat merugikan rakyat dan para bangsawan.

Perang itu sengit karena Diponegoro didukung oleh banyak orang, tetapi Diponegoro tidak dapat mengalahkan Belanda karena tidak dapat menaklukkan kota Yogyakarta dan juga tidak dapat mengalahkan Belanda yang menggunakan sistem benteng yang membatasi pergerakan Diponegoro.

Perang ini berakhir pada tahun 1830 setelah Belanda menipu Pangeran Diponegoro dengan undangan untuk bernegosiasi tetapi malah ditawan dan diasingkan ke Sulawesi.

5. Patimura Captain

pembahasan tabel 4.2 pahlawan nasional

Thomas Mattulessy, yang dikenal sebagai Kapitan Pattimura, adalah pemimpin perjuangan rakyat Maluku melawan Belanda.

Pattimura berperang melawan Belanda setelah Belanda merebut kembali Maluku dari Inggris pada tahun 1816, setelah perang Napoleon.

Perlawanan Pattimura ini disebabkan oleh kebijakan Belanda yang merugikan rakyat Maluku, terutama jika dibandingkan dengan kebijakan Inggris.

Pattimura menyerang Benteng Duurstede dan mengambil alih benteng ini pada 16 Mei 1817. Tetapi kemudian ia ditangkap oleh Belanda dan dijatuhi hukuman mati.

6. I Gusti Ketut Jelantik

pembahasan tabel 4.2 pahlawan nasional

I Gusti Ketut Jelantik adalah perdana menteri Kerajaan Badung di pulau Bali, yang menentang upaya Belanda untuk menaklukkan pulau Bali.

Sebagai pemimpin rakyat Bali, Jelantik melakukan perlawanan terhadap ekspedisi Belanda di Bali yang diadakan pada tahun 1846, 1848 dan 1849.

Perlawanannya berakhir setelah dia kalah perang, dan meninggal ketika dia diserang ketika melarikan diri ke Kintamani di Gunung Batur, di daerah Kerajaan Karangasem pada tahun 1849.

Demikianlah pembahasan tabel 4.2 pahlawan nasional yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat terima kasih
Comments

Bijaklah dalam bertutur kata😊
EmoticonEmoticon